Apa yang Di maksud dengan oil discharge monitor (ODM)

Peraturan 15 dari Bab II MARPOL 73/78 mensyaratkan bahwa tanker harus dilengkapi dengan discharge oil monitoring yang disetujui dan sistem kontrol. Sistem ini dapat beroperasi pada salah satu dari beberapa prinsip, tetapi harus disertifikasi untuk memenuhi spesifikasi kinerja diadopsi oleh IMO, termasuk peralatan perekam yang menunjukkan kandungan minyak dan laju discharge.
Catatan ODM harus menunjukkan tanggal dan waktu operasi. Catatan harus dijaga untuk diperiksa selama tiga tahun. ODM harus digunakan bila ada pembuangan limbah ke laut dan harus disusun dengan otomatis menghentikan pengeluaran ketika tingkat seketika keluarnya minyak lebih dari yang diizinkan oleh regulasi. jika terjadi kerusakan pada  ODM juga harus menghentikannya pembuangan minyal dan harus dicatat dalam buku catatan minyak. Dimulai pada tanggal 4 April 1993, kapal tanker dengan ODM yang rusak dapat melakukan hanya satu perjalanan ballast (dengan menggunakan alternatif manual untuk menentukan kadar minyak efluen nya), sebelum melakukan perbaikan ke ODM.


Penggunaan ODM diwajibkan ketika pemakaian ballast dari tangki kargo atau CBT, tangki air kotor, atau air lambung kapal dirawat. Ballast yang kotor dari tangki kargo, atau SBT yang diduga mengandung minyak, harus dibuang ke laut di atas garis air kapal kecuali:
# Permukaan ballast yang diperiksa dan ditemukan bebas dari minyak langsung sebelum pembuangan,

# Tank-tank telah tetapkan selama waktu yang cukup untuk memungkinkan pemisahan yang sesuai, dengan tingkat minyak / interface yang air telah ditentukan menggunakan detektor interface yang disetujui dan membebaskan adalah menurut gravitasi, atau
# Garis pembuangan dilengkapi dengan sistem perpipaan bagian-aliran yang berada di bawah pengamatan di seluruh pembuangan.

Prinsip kerja pompa dan compressor
Prinsip kerja pompa dan compressor
Pompa : Mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi gerak poros untuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energi tekanan pada fluida.
Kompresor : suatu peralatan mekanik yang digunakan untuk menambah energi kepada fluida gas / udara sehingga fluida tersebut dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lainnya secara berlanjut. 
 
 2.  Jenis – Jenis katup / Valve 

·         Regenerative Valve :
·         Pressure Reducing Valve : berfungsi mengurangi  tekanan  hingga  hilir dari katup 
·         Relief Valve: untuk mengendalikan atau  membatasi  tekanan  dalam  sebuah sistem   yang  dapat  merusak peralatan,  kegagalan  peralatan ,  atau  kebakaran. 
·        Safety valve : beroperasi  secara otomatis  pada  tekanan  yang berbeda  untuk memperbaiki  situasi berbahaya ,  biasanya karena  over- tekanan.
·         Counter balance valve : Katub seimbangan, yang berfungsi untuk mengendalikan aliran utama dan sebagai resistansi hidrolik
3.      Jenis – Jenis Pompa
a.      a. Non Positive Displacement
à Aliran Fluida dihasilkan oleh impeller/blade/ sudu yang berputar.
à Tidak lazim digunakan pada aplikasi sistem hidrolik, karena aliran fluida akan mengalami slippage.
Internal slippage : adanya aliran berbalik dari outlet pompa menuju inlet pompa sehingga aliran outlet akan mengalami pengurangan pada debitnya.
Pompa yang termasuk dalam kategori Non positive displacement adalah :
> Pompa Sentrifugal : Fluida yang keluar dari pompa arahnya tegak lurus dengan fluida yang masuk pompa
> Pompa Aksial : Fluida yang keluar dari pompa arahnya sejajar dengan fluida yang masuk pompa.
b.      b. Positive Displacement
à Pompa hidrolik menggunakan jenis pompa Positive displacement karena tidak ada intenal slippage yang terjadi
 à Displacement : Jumlah aliran/Debit fluida yang dihasilkan/dikeluarkan pompa pada setiap putaran poros penggerak.
à Pompa yang termasuk jenis Positive Displacement : Simple Vane Pump, Variable Delivery Vane Pump, Radial Piston Pump, Gear Pump.
4.      Mesin Bantu pada kapal
·         Kompresor Udara / Air Compressor. Fungsinya untuk menghidupkan motor diesel / mesin Bantu karena pada umumnya mesin tersebut hanya dapat dihidupkan dengan menggunakan tenaga / tekanan udara.
·         Pompa air pendingin / Cooling water pump Terdapat 2 jenis yaitu, pompa air tawar pendingin (tertutup) adalah pompa yang mensirkulasikan air tawar pendingin dari motor ke cooler untuk selanjutnya kembali ke motor, sedangkan pompa air laut pendingin (terbuka) adalah pompa yang memasukan air laut ke dalam cooler yang selanjutnya mengalir kembali ke laut.
·         Pompa ballast / Ballast pump Pompa air laut yang digunakan untuk memompa air laut ke dalam / ke laur tangki – tangki ballast.
·         Pompa Sanitary / Sanitair pump Pompa air laut / tawar untuk mencukupi kebutuhan air tawar bagi air pendingin mesin – mesin, serta kebutuhan lainnya seperti dapur, kamar mandi, WC dsb.
·         Pompa Got / Bilge pump Untuk menampung air kondesat / air got yang kemudian di buang keluar kapal.
Pompa Dinas Umum. Pompa yang digunakan untuk menggantikan fungsi pompa air laut pendingin, pompa ballast atau pompa got.
·         Pompa Transfer bahan bakar. Digunakan untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke tangki lainnya dan untuk persiapan bunker dan untuk pengaturan stabilitas kapal.
·         Separator
Ada 2 jenis yaitu, purifier untuk memisahkan air dengan minyak dan clearifier untuk memisahkan benda lainnya yang terbawa dalam minyak.
·         Ketel Bantu / DonkeyBoiler. Digunakan untuk menghasilkan uap air untuk memanaskan bahan bakar sebelum masuk kedalam motor diesel. Uap tersebut dapat dipergunakan untuk memasak, pemanas air mandi dan pemanas untuk air condition.
·         Mesin Kemudi. Untuk menggerakan daun kemudi ke kiri / kanan atau untuk mempertahankannya pada posisi yang diinginkan.
·         Mesin Jangkar Winch / Derek jangkar digunakan untuk menaikan / heave up jangkar sewaktu kapal akan berlayar.
·         Winch / Derek untuk alat B/M Berfungsi untuk alat bongkar muat kapal sewaktu kapal sandar di dermaga.
4.     5. Sistem Hidrolik dan Pneumatik
Hidrolik : sistem pemindahan dan pengontrolan gaya dan gerakan dengan fluida cair dalam hal ini oli.


Kerugian system Hidrolik :
·         Fluida yang digunakan (oli) harganya mahal.
·         Apabila terjadi kebocoran akan mengotori sistem, sehingga sistem hidrolik jarang digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan. 
Kelebihan Sistem Hidrolik :
·         Tenaga yang dihasilkan sistem hidrolik besar sehingga banyak diaplikasikan pada alat berat seperti crane, kerek hidrolik dll.
·         Oli juga bersifat sebagai pelumas sehingga tingkat kebocoran lebih jarang dibandingkan dengan sistem pneumatik.
·         Tidak berisik.


Sifat Minyak Hidrolik :
·         Kekentalan (Viskositas) yang cukup
·         Indeks Viskositas yang baik 
·         Tahan api (tidak mudah terbakar)
·         Tidak berbusa (Foaming)
·         Tahan dingin
·         Tahan korosi dan tahan aus
·         Demulsibility (Water separable)
·         Minimal compressibilityMinimal compressibility

Pneumatik : Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja.



Kekurangan Sistem Pneumatik :

·         Memerlukan instalasi penghasil udara bertekanan (kompresor).
·         Mudah terjadi kebocoran.
·         Menimbulkan suara bising.
·         Udara yang bertekanan mudah mengembun, sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi persyaratan tertentu, misal kering, memiliki tekanan yang cukup, dan mengandung sedikit pelumas agar mengurangi gesekan pada katup-katup dan aktuator.

Kelebihan Sistem Pneumatik :
·         Fluida yang digunakan merupakan udara yang memiliki ketersediaan yang tak terbatas di alam.
·         Udara mudah disalurkan dari suatu tempat ke tempat lain.
·         Udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang diperlukan.
·         Aman.
·         Udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang berbahaya.
·         Kecepatan dan daya dorong yang mudah diatur.
·         Udara mudah disimpan di tabung.
·         Udara memiliki banyak manfaat serta mudah dimanfaatkan.


5.      5.Turbin
Turbin adalah rotary engine (mesin yang berotasi) yang dapat mengekstrak energy dari aliran fluida.
Turbin memiliki 2 mekanisme dasar dalam menghasilkan energy dari fluida ini :
·         Turbin Impuls : Turbin jenis ini mengubah dari fluida dengan kecepatan tinggi. Impulse total akan memutar turbin. Fluida tidak mengalami perubahan tekanan pada saat berinteraksi dengan turbin blade. Sebelum mencapai turbin, energy tekanan diubah ke velocity head dengan cara mempercepat gerakan fluida melalui nozzle.
·         Turbin Reaksi : Turbin ini menghasilkan torsi dengan cara mereaksikan tekanan (pressure) fluida kerja. Pada jenis ini, tekanan fluida berubah seketika melewati turbin blade.
Klasifikasi Turbin :
·         Turbin Uap : Kebanyakan digunakan sebagai penggerak generator untuk menghasilkan listrik di power plant (power plant yang menggunakan batubara, minyak, dan tenaga listrik). Turbin ini juga untuk menggerakkan propeller kapal.
·         Turbin Gas : Turbin yang mengubah energy kimia hidrokarbon yang dikandung bahan bakar gas ( dengan komponen utamanya : methane CH4, ethane, propane, dst) yang direaksikan dengan oksigen menjadi energy mekanik. Produk reaksi antara hidrokarbon dan oksigen adalah H2O, CO2, dan panas. Reaksi ini tergolong kedalam reaksi eksotermis karena menghasilkan panas. Gas hasil reaksi inilah yang sangat potensial untuk diubah menjadi energy mekanik. Terdiri dari saluran inlet, fan, compressor, combustor, dan nozzle.
·         Turbin Transonik : Seperti turbin gas, namun mempunyai aliran fluida yang supersonic ketika keluar dari nozzle guide vanes. Turbin ini beroperasi dengan prossure ratio yang lebih tinggi disbanding turbin gas namun mempunyai efesiensi yang lebih rendah.
Penampang Melintang Turbin Gas
Secara garis besar, turbin gas mempunyai tiga bagian penting :
·         Compressor : berfungsi menarik udara ke mesin, menaikkan tekanannya, kemudian mengirimkan pressurized air tersebut ke ruang pembakaran (Combustion chamber).
·         Sistem Pembakaran (Combustion System) : ruang pembakaran menerima udara dari compressor yang kemudian dicampur dengan bahan bakar yang disemprotkan nozzle di depan ruang pembakaran. Campuran ini kemudian dibakar pada temperature yang dapat mencapai 1000 C untuk menghasilkan energy panas yang maksimum yang dipicu oleh percikan dari busi diruang terisolasi dan terus menerus.
·         Turbin : Mengekstrak energy dari gas panas yang keluar dari combustion chamber untuk menggerakkan compressor.
Siklus Thermodinamika Turbin gas 
Fenomena- Fenomena pada Turbin Gas
a.      Vibrasi
Vibrasi adalah benda yang berisolasi. Sedangkan vibrasi mesin adalah gerakan maju mundur (back-forth) yang terjadi pada mesin atau komponen mesin. Penyebab terjadinya adalah :
1.      Gaya yang berulang (repeating force)
Gaya berulang diakibatkan :
·         Putaran yang tidak seimbang
·         Misalligned : kondisi dimana dua pertemuan shaft tidak segaris.
·         Worn : gear, bearing yang kurang baik atau rusak
·         Komponen driven machine yang tidak cocok
2.      Kerugian (looseness)
Terjadi akibat clearance bantalan (bearing) yang berlebih dan mounting bolt yang tidak terpasang secara sempurna.
3.      Resonansi
b.      Surging
Surging adalah titik dimana tekanan output terlalu besar jika dibandingkan dengan jumlah aliran yang melewati compressor. Ini menunjukkan kondisi operasi tidak stabil.
6.      6. Pressure Drop
Pressure Drop adalah kerugian atau penurunan tekanan dari satu titik di dalam pipa atau tabung.”Kerugian Tekanan” adalah hasil dari gaya gesek pada fluida seperti yang mengalir melalui tabung.. Gaya gesek disebabkan oleh resistansi terhadap aliran.. Faktor utama yang mempengaruhi resistensi terhadap aliran fluida adalah kecepatan fluida melalui pipa dan viskositas fluida. 
Mesin-mesin Dek (Deck Machineries)
    1. Mesin-mesin Dek (Deck Machineries), unit-unit atau instalasi permesinan yang dibutuhkan untuk operasi kapal, termasuk sewaktu berlayar dilaut, maupun selama operasi muatan di pelabuhan. Unit-unit ini dioperasikan oleh awak kapal bagian dek, namun perawatan dan perbaikannya dibawah tanggung jawab awak kapal mesin.
      1. Mesin Kemudi (Steering Gear), instalasi penggerak daun kemudi untuk merubah arah / haluan kapal. Unit mesinnya terletak diburitan, diatas batang kemudi, namun dapat dioperasikan dari anjungan melalui unit telemotor.
      2. Mesin Jangkar (Windlass), unit mesin yang berada dihaluan kapal, untuk menurunkan dan menaikkan jangkar sewaktu berlabuh diluar pelabuhan.
      3. Mesin Kapstan (Penarik tali tambat), unit yang dibutuhkan untuk menggulung dan/atau mengulur tali tambat, sewaktu kapal akan sandar atau lepas dari dermaga.
      4. Mesin Pengangkat Muatan (Crane), unit-unit mesin untuk mengangkat muatan keatas kapal dan memasukkannya kedalam palka (ruang muat kapal) atau menaikkan muatan jika akan dibongkar ke dermaga.
    1. Pembangkit Air Tawar (Fresh Water Generator), suatu unit pembangkit air tawar, atau merubah air laut menjadi air tawar dengan cara menguapkan air laut kemudian diembunkan sehingga menjadi air tawar.
    1. Pemisah Zat Cair (Separator), terdiri dari:
      1. Pemisah Bahan Bakar (Fuel Oil Separator), suatu unit permesinan yang gunanya untuk memisahkan bahan bakar dengan zat-zat lain, terutama air dan endapan-endapan yang terkandung didalam bahan bakar sehingga bahan bakar yang akan disuplai ke mesin tetap murni dan bersih.
      2. Pemisah Minyak Pelumas (Lube Oil separator), unit pemisah minyak lumas, biasanya hanya untuk minyak lumas mesin induk, agar terpisah dari air dan kotoran-kotoran lain, sehingga kualitas minyak lumas tetap terjaga.
      3. Pemurni Bahan Bakar (Purifier), hampir sama dengan separator bahan bakar, tetapi disini fungsinya untuk memisahkan bahan bakar dengan air dan zat-zat lain yang tidak diinginkan.
      4. Penjernih (Clarifier) untuk bahan bakar, yang fungsinya hampir sama dengan separator, hanya disini bahan bakar akan dijernihkan dan dipisahkan dari endapan-endapan atau lumpur-lumpur yang belum dapat dipisahkan oleh purifier. Biasanya unit ini dipasang seri dengan purifier untuk menghasilkan bahan bakar yang benar-benar murni dan jernih.
    1. Separator Air Berminyak (Oily Water Separator), untuk memisahkan air got kamar mesin dari kandungan minyak akibat kebocoran minyak yang jatuh ke got kamar mesin. Sesuai peraturan MARPOL, air yang dibuang ke laut tidak boleh mengandung minyak lebih dari 15 ppm.
    1. Pembakar (Incinerator), suatu unit yang digunakan untuk membakar sampah-sampah dan minyak-minyak kotor yang tidak boleh dibuang ke laut sesuai peraturan yang tercantum didalam MARPOL.
    2. Instalasi Pembuang Kotoran (Sewage Plant), digunakan untuk menampung dan kemudian membuang ke laut, kotoran-kotoran manusia setelah diberi bahan penetral.
    3. Main Switch Board (Papan Penghubung Induk), suatu unit sistem listrik kapal yang biasanya dipasang di ruang kontrol, dimana arus listrik dari setiap generator dikontrol dan didistribusikan keseluruh bagian kapal yang perlu melalui papan-papan distribusi.
    4. Distribution Board (Papan Distribusi), bagian sistem distribusi dari main switchboard yang ditempatkan diberbagai lokasi untuk memudahkan kontrol pemakaian arus listrik. Dari sini arus listrik didistribusikan lagi ke unit-unit yang memerlukan melalui kotak-kotak distributor.
    5. Distribution Box (Kotak Distribusi), bagian dari papan distribusi, biasanya dilengkapi dengan switch-switch untuk starter jika arus listriknya digunakan untuk menjalankan motor listrik.
    1. Motor Listrik (Electric Motor), suatu unit penggerak dengan energi listrik untuk menggerakkan alat-alat tertentu seperti pompa, kompresor, separator dan lain-lain
Mesin-mesin Darurat (Emergency Engines)
  1. Generator Darurat (Emergency Generator), yang digunakan jika tiba-tiba terjadi “black-out) akibat tidak berfungsinya generator. Generator ini bekerja secara otomatis atau manual atau dapat juga digantikan dengan sistem baterei (accumulator) yang bekerja secara otomatis. Generator darurat dapat distart dengan tangan atau dengan baterei.
  2. Kompresor Udara Darurat (Emergency Air Compressor), yang akan difungsikan jika kompresor udara rusak dan tidak dapat difungsikan karena tidak ada arus listrik yang menggerakkan motornya. Kompresor ini dijalankan dengan mesin tersendiri dan dapat distart dengan tangan.(disadur dari Blog Mas Noval Lover)


http://punokawandiesel.wordpress.com

Kecelakaan-Kecelakaan Kapal Terbesar Di Dunia
1. Prestige Oil Spill (Kerugian mencapai $12 Miliar)
picture (tenggelamnya Prestige Oil Spill)


Tumpahan minyak Prestige adalah tumpahan minyak di lepas pantai Galicia disebabkan oleh tenggelamnya kapal tanker minyak 77.000 ton bahan bakar minyak pada tahun 2002. Tumpahan minyak tersebut sampai ribuan kilometer dari garis pantai dan lebih dari seribu pantai di pantai Spanyol dan Perancis, serta menyebabkan kerugian besar bagi industri perikanan lokal. Tumpahan ini adalah bencana lingkungan terbesar dalam sejarah Spanyol. dikarenakan Takut kapalnya akan tenggelam, kapten meminta bantuan untuk menyelamatkan pekerja ke Spanyol, mengharapkan mereka mengirim kapal untuk membawa perkerja ke pelabuhan. Namun, tekanan dari pihak yang berwenang memaksa kapten untuk membawa kapal jauh dari pantai. Kapten juga mencoba untuk mendapatkan bantuan dari Perancis dan Portugis, tetapi mereka juga memerintahkan kapal untuk menjauh dari pantai. Badai yang akhirnya membawa kapal ke dasar lautan, dan melepaskannya 20 juta galon minyak ke laut.
Menurut laporan oleh Dewan Pontevedra Economist, total biaya pembersihan adalah sebesar $ 12 miliar
sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Prestige_oil_spill


2.Kandasnya Kapal Exxon Valdez,Kerugian $2.5 Miliar

pictur exxon valdes (http://zerohedge.com)


Dong Fang Ocean, sebelumnya Exxon Valdez, Exxon Mediterania, SeaRiver Mediterania, S / R Mediterania, dan Mediterania, adalah sebuah kapal tanker minyak yang menjadi terkenal setelah menjalankan kandas di Prince William Sound menumpahkan ratusan ribu barel minyak mentah di Alaska. Pada tanggal 24 Maret 1989, sedangkan yang dimiliki oleh mantan Perusahaan Pengiriman Exxon, dan kapten oleh Joseph Hazelwood menuju Long Beach, California, kapal tersebut kandas di Bligh Reef mengakibatkan tumpahan minyak kedua terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.  Ukuran tumpahan diperkirakan 40.900 menjadi 120.000 m3 (10.800.000 ke 32.000.000 USgal), atau 257.000 sampai 750.000 barel.Pada tahun 1989, tumpahan minyak Exxon Valdez terdaftar sebagai tumpahan ke-54 terbesar dalam sejarah.

Name: Dong Fang Ocean Owner: Hong Kong Bloom Shipping Ltd. (2008-present)
SeaRiver Maritime (1989-2008)
Exxon (1986-1989) Port of registry:  Panama (2008-present)
 Marshall Islands (2005-2008)
 United States (1986-2005) Ordered: 1 August 1984 Builder: National Steel and Shipbuilding Company
San Diego, California Laid down: 24 July 1985 Launched: 14 October 1986 In service: 11 December 1986 Out of service: Active as of July 2010 Renamed: Exxon Valdez (1986-1989)
Exxon Mediterranean
(1990-1993)
Sea River Mediterranean (1993-2005)
S/R Mediterranean (1993-2005)
Mediterranean (2005-2008)
Dong Fang Ocean (2008-present) Refit: 30 June 1989 Identification: Call sign: 3EPL6
IMO number: 8414520
MMSI number: 356270000 Notes: [1][2] General characteristics Class and type : VLCC Oil tanker Type               : ABS: A1, Ore Carrier, AMS, ACCU, GRAB 25 Tonnage          : 209,836 DWT Displacement   : 211,469 tons (214,862 metric tons) Length             : 300 m (980 ft) Beam               : 51 m (167 ft) Draught            : 20 m (66 ft) Deck clearance : 7.183 to 7.442 m (23.57 to 24.42 ft) Installed power : 31,650 bhp (23,601 kW) at 79 rpm Propulsion        : Eight-cylinder, reversible, slow-speed Sulzer marine diesel engine. Speed              : 16.25 knots (30.10 km/h; 18.70 mph) Capacity           : 1.48 million barrels (235,000 m³) of crude oil Crew: 21


Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Exxon_Valdez


3. Tenggelamnya Titanic ( kerugian mencapai $ 150 )

picture : titanic

RMS Titanic merupakan kapal uap penumpang terbesar di dunia ketika ia berangkat dalam pelayarannya dari Southampton, Inggris, ke New York City pada tanggal 10 April 1912. Empat hari ke persimpangan, jam 23:40 pada tanggal 14 April 1912, ia menabrak gunung es dan tenggelam di 02:20 pagi berikutnya waktu setempat, mengakibatkan kematian 1.517 orang ini adalah salah satu bencana maritim masa damai paling mematikan dalam sejarah.

Sebuah kapal penumpang kelas Olimpiade, RMS Titanic dimiliki oleh White Star Line dan dibangun di galangan kapal Harland dan Wolff di Belfast, Irlandia. Dia berlayar ke New York City dengan 2.227 orang di dalamnya. Tingkat korban tinggi ketika kapal tenggelam disebabkan sebagian oleh kenyataan bahwa, walaupun sesuai dengan peraturan dari waktu, kapal membawa sekoci hanya 1.178 orang. Sejumlah orang meninggal tidak proporsional karena perempuan dan anak-anak protokol pertama yang diikuti.

Titanic dirancang oleh beberapa engineers paling berpengalaman, dan menggunakan beberapa teknologi paling canggih tersedia pada masa itu. Titanic merupakan kejutan besar bagi banyak orang bahwa, meskipun fitur keamanan yang luas, Titanic ternyara dapat tenggelam, dan fakta bahwa  tenggelamnya Kapal Titanic merupakan pelayaran perdananya.

Career ( United Kingdom) White Star flaga.svg White Star Line Name: RMS Titanic Owner: White Star flaga.svg White Star Line Port of registry: United Kingdom of Great Britain and Ireland Liverpool Route: Southampton to New York City Ordered: 31 July 1908 Builder: Harland and Wolff yards in Belfast, Ireland Yard number: 401 Laid down: 31 March 1909 Launched: 31 May 1911 Christened: Not Christened Completed: 31 March 1912 Maiden voyage: 10 April 1912 In service: 1912 Identification: Radio Callsign “MGY”
UK Official Number: 131428 Fate: Sank on 15 April 1912 after hitting an iceberg in middle of Atlantic Ocean General characteristics Class and type: Olympic-class ocean liner Tonnage: 46,328 gross register tons (GRT) Displacement: 52,310 tons Length: 882 ft 9 in (269.1 m) Beam: 92 ft 0 in (28.0 m) Height: 175 ft (53.3 m) (Keel to top of funnels) Draught: 34 ft 7 in (10.5 m) Depth: 64 ft 6 in (19.7 m) Decks: 9 (Lettered A through G) Installed power: Propulsion:
  • Two bronze triple-blade wing propellers
  • One bronze quadruple-blade centre propeller.
Speed:
  • 21 knots (39 km/h; 24 mph)
  • 23 knots (43 km/h; 26 mph) (maximum)
Capacity: Passengers and crew (fully loaded):
  • 3547
Staterooms (840 total):
  • First Class: 416
  • Second Class: 162
  • Third Class: 262
  • Plus 40 open berthing areas
Crew: 860



sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Titanic

 4. KMP Tampomas II 


KMP Tampomas II yang semula bernama MV Great Emerald diproduksi tahun 1956, tergolong jenis Kapal RoRo (Roll On-Roll Off) dengan tipe Screw Steamer berukuran 6139 GRT (Gross Registered Tonnage) dan berbobot mati 2.419.690 DWT (Dead-Weight Tonnage). Dimodifikasi ulang (Retrofit) tahun 1971 di Taiwan. Kapal ini berkapasitas 1250-1500 orang penumpang, dengan kecepatan maksimum 19.5 knot. Memiliki lebar 22 meter dan Panjang 125,6 meter.
Kapal ini dibeli oleh PT. PANN (Pengembangan Armada Niaga Nasional) dari Pihak Jepang, Comodo Marine Co. SA seharga US$ 8.3 Juta. Kemudian PT. PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) membeli secara mengangsur selama sepuluh tahun kepada PT. PANN. Berbagai pihak telah heran akan mahalnya harga kapal ini, mengingat pernah ditawarkan ke Perushaan Pelayaran Swasta lain hanya seharga US$ 3.6 Juta. Berbagai pihak, termasuk Jepang sendiri telah menyatakan kapal ini afkir karena telah berumur 25 tahun. Begitu dioperasikan, kapal penumpang ini langsung dipacu untuk melayani jalur Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujungpandang yang memang padat. Setiap selesai pelayaran, kapal ini hanya diberi waktu istirahat selama 4 jam dan harus siap untuk melayani pelayaran selanjutnya. Perbaikan dan perawatan rutin terhadap mesin dan perlengkapan kapal pun hanya dapat dilaksanakan sekedarnya saja, padahal mengingat usianya yang sudah cukup berumur, seyogyanya kapal ini perlu mendapat perawatan yang jauh lebih cermat.
Namun dibalik semua kejanggalan itu, kapal ini memulai Pelayaran Perdananya menuju Ujungpandang pada bulan Mei 1980. Pada pelayaran ini pun, yang diikuti oleh beberapa anggota DPR, sempat menyaksikan sendiri dan turut pula mempertanyakan perihal mesin yang sering mengalami kerusakan selama perjalanan. Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Ahmad Soebagyo menyebutkan berbagai kejanggalan selama perjalanan diantaranya kapal yang berputar-putar dalam radius yang sama dikarenakan rusaknya salah satu Knop Otomatis pengatur mesin kapal, dan dibatalkannya Acara Show Kapal karena matinya aliran listrik dalam waktu yang lama.
 sumber :
sebenarnya masih banyak lagi yang lainya bisa di searc di google…
 heheheh semoga bisa menjadi Pelajaran bagi kita Sebagai Taruna maupun para Pelaut…

Fresh water generator (mengubah air laut menjadi air tawar)

Fresh water generator, merupakan salah satu pesawat bantu yang penting di atas kapal,Hal ini di karenakan dengan menggunanaka FWG (Fresh water generator) dapat menghasilkan  air tawar yang dapat digunakan untuk minum, memasak, mencuci dan bahkan menjalankan mesin penting lainnya yang menggunakan air tawar sebagai media pendingin.

Pada FWG Air tawar umumnya dihasilkan menggunakan metode evaporasi.Jadi air tawar tersebut dihasilkan oleh penguapan air laut dengan menggunakan panas dari salah satu sumber panas.

Umumnya sumber panas yang tersedia diambil dari air jaket mesin utama, yang digunakan untuk mendinginkan komponen mesin utama seperti kepala silinder,liner dll  Suhu yan dihasilkan dari jacket water sekitar 70 derajat Celcius. Tetapi pada suhu ini penguapan air tidak maksimal, seperti yang kita ketahui bahwa penguapan air terjadi pada 100 derajat celcius di bawah tekanan atmosfer.

Jadi dalam rangka untuk menghasilkan air bersih di 70 derajat kita perlu mengurangi tekanan atmosfer, yang dilakukan dengan menciptakan vakum di dalam ruang di mana penguapan berlangsung. Juga, sebagai akibat dari vakum pendinginan dari air laut menguap  pada suhu yang lebih rendah, Air akan didinginkan dan dikumpulkan kemudian dipindahkan ke tangki.

Pada saat ini kebanyakan Kapal menggunakan metode,reverse osmosis yaitu salah satu metode yang digunakan di deck untuk menghasilkan air tawar. Umumnya ini digunakan pada kapal penumpang dimana ada kebutuhan besar untuk memproduksi air segar.

Fresh water generator Arrangement
Bagian utama dari Fresh water generator di kapal terdiri dari body silinder besar dengan dua kompartemen. Salah satu kompartemen adalah kondensor dan yang lainnya adalah evaporator. Fresh water generator sendiri juga memerlukan seorang yang memang sudah berpendidikan dalm penggunaan atau telah mengikuti pelatian terlebih dahulu.


Starting the Fresh Water Generator 

  1. Before starting the fresh water generator we have to check that the ship is not in congested water, canals and is 20 nautical miles away from the shore. This is done because near the shore the effluents from factories and sewage are discharged into the sea can get into the fresh water generator. 
  2. Check whether engine is running above 50 rpm, the reason for this is that at low rpm the temperature of jacket water which is around 60 degrees and not sufficient for evaporation of water. 
  3. Check the drain valve present at the bottom of the generator is in close position. 
  4. Now open suction and discharge valves of the sea water pump which will provide water for evaporation, cooling and to the eductor for creating vacuum. 
  5. Open the sea water discharge valve from where the water is sent back to the sea after circulating inside the fresh water generator. 
  6. Close the vacuum valve situated on top of the generator. 
  7. Now start the sea water pump and check the pressure of the pump. The pressure is generally 3-4 bars. 
  8. Wait for the vacuum to build up. Vacuum should be at least 90% which can be seen on the gauge present on the generator. Generally the time taken for the generation of vacuum is about 10 minutes. 
  9. When vacuum is achieved open the valve for feed water treatment, this is to prevent scale formation inside the plates. 
  10. Now open hot water (jacket water) inlet and outlet valves slowly to about half. Always open the outlet valve first and then inlet valve. Slowly start to increase the opening of the valves to full open. 
  11. Now we can see that the boiling temperature starts increasing and the vacuum starts dropping. 
  12. The vacuum drop to about 85% which is an indication that evaporation is started. 
  13. Open the valve from fresh water pump to drain. 
  14. Switch on the salinometer if it has to be started manually. Generally it is on auto start. 
  15. Now start fresh water pump and taste the water coming out of the drain. 
  16. When fresh water starts producing it is seen that the boiling temperature drops again slightly and vacuum comes back to the normal value. 
  17. Check the water coming out of the salinometer is not salty and also check the reading of the salinometer. This is done to see if the salinometer is working properly or not and to prevent the whole fresh water from getting contaminated with salt water. The value of salinometer is kept below 10ppm. 
  18. After checking the taste of the water coming out of the salinometer, open valve for tank from the pump and close drain valve. 


Stopping the Fresh water Generator 

  1. Close the jacket water inlet valves. Generally inlet is closed first and then the outlet valve. 
  2. Close the valve for feed water treatment. 
  3. Stop fresh water pump. 
  4. Switch off the salinometer. 
  5. Stop sea water pump (also known as ejector pump). 
  6. Open vacuum valve. 
  7. Close sea water suction valve and overboard valve. This is generally not required as they are non- return valves. However, in case of valve leaking or damage, these valves are to be closed without fail
Iam Sorry buat Rekan-Rekan Taruna/Taruni karena ada bahasa inggrisnya dalam penjelasan tersebut di atas…referensi dalam bahasa Indo biar lebih jelas akan segera di terbitkan…xixixixix :) 
Peralatan Bongkar Muat Dan Sistem Tutup Palka
1.  Pendahuluan
Untuk mendukung operasi bongkar muat barang pada kapal barang maka perlu dilengkapi peralatan bongkar muat (cargo handling). Instalasi cargo handling terdiri dari beberapa peralatan yang saling mendukung. Pada kapal barang, sangat penting untuk menyediakan peralatan bongkar muat karena akan mempercepat proses bongkar muat barang dan akan mengurangi biaya tambat di pelabuhan. Alat angkat yang akan digunakan di kapal direncanakan berdasarkan beban yang akan diangkat guna menentukan SWL alat angkat yang akan direncanakan.
Setiap kapal barang memiliki ruang muat (cargo hold) yang dilengkapi dengan tutup palka. Konstruksi tutup palka ini harus dibuat kedap air untuk melindungi muatan yang ada di ruang muat. Sedangkan bentuk konstruksi tutup palka harus direncanakan dengan tidak membebani geladak dan tidak mengganggu operasi bongkar muat barang.
2.  Peralatan Bongkar Muat (Cargo Handling)
Instalasi cargo handling adalah instalasi memuat dan membongkar muatan dikapal seperti muatan peti kemas, curah atau cair dan muatan yang dikemas dalam unit kecil.
Komponen cargo handling meliputi :
1.    Derrick boom adalah salah satu instalasi cargo handling yang terdiri dari komponen tiang agung (mast), batang muat (boom) yang ujung-ujungnya dilengkapi pralatan yang disebut heel fitting dan head fittng yang digunakan untuk tempat menempelnya batang muat dengan mast dan pada ujung lainnya untuk tempat pemasangan tali span dan tali muat.
Goose neck bracket adalah tempat pemasangan pena yang berhubungan dengan heel fitting.
Topping bracket adalah tempat pemasangan span block yang berhubungan dengan peralatan head fitting dan cargo.
Winch yaitu winch untuk menggulung tali-tali bongkar muat.
Perlengkapan lainnya yang harus dipasang pada saat kegiatan bongkar muat adalah block, tali dan hook.
Tipe derrick boom yang dikenal adalah swinging derrick dimana memiliki boom hanya satu pada setiap lubang palka sedangkan tipe lain union purchase dimana setiap lubang palka terdapat dua boom.




Material batang muat (boom) terbuat dari pipa baja dan panjang boom harus sependek mungkin dengan mempertimbangkan kondisi dibawah ini :
a)    Perbandingan antara jarak goose neck bracket ke topping bracket dengan panjang boom adalah 0,6 - 0,8.
b)   Sudut elevasi pada kondisi tersebut sekitar 250 - 300
c)    Pencapaian ujung boom yang keluar dari sisi lambung kapal pada kondisi sudut elevasi diatas berjarak 3 – 5 meter dari tepi lambung kapal agar muatan yang diangkat atau diturunkan tidak bergesek dengan lambung. Untuk kapal-kapal kecil jarak ini diambil 2,5 meter.
d)   Posisi ekstrim dari ujung boom pada kondisi kerja harus tidak boleh kurang dari 1/3 panjang lubang palka.
e)    Sudut boom pada kondisi kerja terhadap sisi kapal 600.
Jarak goose neck bracket ke geladak utama sekitar 2,6 – 2,8 meter atau sekitar 0,4 - 0,6 meter dari plateform winch.
2.    Deck crane merupakan instalasi bongkar muat dimana peralatan ini dapat melayani dua lubang palka. Peralatan ini mempunyai perbedaan dengan drrick boom yaitu tidak membutuhkan persiapan pemasangan perlengkapan bongkar muat karena perlengkapannya sudah menjadi satu kesatuan. Pengoperasiannya cukup dilakukan oleh seorang operator dan dapat beputar 3600.



 
3.    Conveyor merupakan peralatan bongkar muat yang banyak dijumpai dipelabuhan sebagai fasilitas bongkar muat jenis muatan curah.
4.    Pompa yang dapat melayani muatan curah kering dan cair misalnya semen curah dan muatan minyak.
5.    Pintu ramp merupakan fasilitas bongkar muat untuk muatan kendaraan yang mengangkut penumpang atau kendaraan yang mengangkut peti kemas
Pengujian Tegangan Yang Diizinkan Pada  Derek 
Vektor komponen gaya PB telah diperlihatkan pada table penguraian gaya-gaya bahwa besarnya dapat ditentukan sesuai sudut a B yang telah direncanakan dan nilai L - a/LB yang tetap. Vektor komponen gaya PB  ini merupakan resultan komponen gaya Lb dan H.
Karena adanya head.fitting pada ujung atas Derek, maka vektor gaya PB dapat  didefinisikan  sebagai  hasil resultan komponen gaya H dan Lb terhadap batang Derek.
Berdasarkan buku “Studi Perencanaan Derek Muat Sebuah Kapal Barang”  oleh  Ir.  A.  Mappangara hal.  56  -  58 diberikan :
   PB    =     PBH   +          PBL                                                          (1)
Dimana :
PBH         = Proyeksi H terhadap batang Derek dan pada bentuk konstruksi Derek. Gaya PBH ini  bekerja  pada  Blockauge  sebelah  atas.
    =  P  (LB/ (L - a)    -   sin aB
PBL         = Proyeksi Lb terhadap batang Derek dan pada bentuk konstruksi Derek. Gaya PBL ini  bekerja  pada  Blockauge  sebelah bawah.
=  P (Sin  aB  +  Z)
Maka dalam perhitungan tegangan yang terjadi pada konstruksi batang Derek besar sudut a B mempengaruhi besar. Momen eksentris adalah momen yang bekerja akibat tidak  simetrisnya  titik-titik tangkap gaya PBH dan PBL.
Momen Inersia batang Derek :
Itiang = ( 22/7)/64  [  D4 - d4] cm4                               (2)
dimana :
               d      = diameter dalam tiang
                       =    D - (2.s)
Modulus Batang Derek :
Wtiang =     2.I / D            cm3                                      (3)
Luas Penampang Batang :
F = (22/7)l/4  [ D2 - d2 ]        cm2                                 (4)
Gaya Beban Tiap Cm :
q = y.F                          kg/cm                                    (5)
dimana : y = berat jenis baja    kg/cm3
Besar  tegangan  yang  terjadi  pada  konstruksi  batang Derek adalah :
PB = (w .  PB)/F              kg/cm2                                            (6)
ex =  Mex/(2 .W)            kg/cm2                                            (7)
g    =  q.LB2/(8 . W)         kg/cm2                                            (8)
Sehingga tegangan total :
total = PB + ex + g    kg/cm                                                    (9)

3.  Gaya-gaya Yang Bekerja Pada Konstruksi Alat Angkat
Untuk menentukan besarnya dimensi tiap-tiap bagian konstruksi alat angkat ini, maka terlebih dahulu harus diketahui besar gaya-gaya yang bekerja pada tiap-tiap bagian  konstruksi, agar dapat diketahui besarnya tegangan maksimum yang akan terjadi pada bagian-bagian konstruksi alat angkat ini.
Beban kerja maksimum yang direncanakan (P) merupakan dasar untuk menentukan  besarnya gaya-gaya yang bekerja pada tiap-tiap bagian konstruksi. Gaya-gaya tersebut  merupakan hasil distribusi dari beban kerja maksimum yang bekeria. Gaya yang bekerja ada  tiap-tiap baqian konstruksi alat tersebut dapat ditentukan dengan melihat tabel-tabel pada buku  "Germanlscher Lloyd : Regulation for The Constructions  and. Examinations  Of Cargo Handling Applliances”
Perencanaan Panjang Derek
Derek merupakan lengan pengangkat yang dapat berputar ke sisi kiri dan kanan lambung kapal. Perhitungan atau penentuan ukuran - ukuran Derek didasarkan pada tegangan akibat dari momen yang ditimbulkan oleh gaya-gaya pada tiang dan momen gaya berat dari derek itu sendiri.
Untuk sementara penentuan ukuran konstruksi batang derek ini belum dapat ditentukan karena terlebih dahulu harus ditentukan tinggi tiang dimana dasar dari penentuan tinggi  tiang ini harus ditentukan nilai L-a/LB yang ideal dengan  sudut aB yang mengijinkan  untuk menahan beban yang akan diangkat oleh konstruksi batang derek. Selanjutnya  dapat ditentukan panjang jangkauan dari batang Derek yang akan digunakan.

4.  Sistem Tutup Palka
Tutup ambang palka harus direncanakan dengan konstruksi yang kuat, kedap air dan melindungi bagian kapal dari hempasan air. Disamping itu system pembukaan dan penutupan palka harus dibuat sedemikian rupa hingga mempunyai kecepatan pembukaan dan penutupan yang tepat karena akan memperpendek waktu tambat kapal di pelabuhan sehingga akan mengurangi biaya pengangkutan barang. Tutup palka harus direncanakan dengan tidak membebani geladak dan tidak mengganggu operasi bongkar muat barang.
Pada garis besamya sistem pembukaan/penutupan palka ditinjau dari cara kerjanya sistem terbagi menjadi 4 sistem:
  1. Sistem pembukaan dan penutupan palka yang diangkat.
  2. Sistem pembukaan dan penutupan palka yang didorong dan diatur.
  3. Sistem pembukaan dan penutupan palka yang dilipat dan sandarkan.
  4. Sistem pembukaan dan penutupan palka yang digulung.
Disamping itu setiap sistem dibagi atas :
a)    Cara membukanya yang dibedakan atas membuka secara menyeluruh atau satu persatu dari bagian ambang palka.
b)   Material dari ambang palka
c)    Tingkat mekanisme pelaksanaan operasi tutup palka dengan manual atau mekanis.

a.   Sistem Pembukaan dan penutupan palka yang diangkat
Sistem ini terdiri dari balok palka (hatch beam), tutup lubang palka dan tutup kain terpal. Ukuran dari balok palka tergantung dari panjang tumpuan (lebar ambang palka), jarak antara balok palka serta jaraknya dengan ambang palka secara melintang.
Bentuk konstruksi balok palka merupakan suatu balok dengan dua bilah hadap. Pada ambang palka memanjang, balok palka diletakkan sedemikian rupa pada tumpuan balok palka serta dikunci dengan per pengunci yang bentuknya bermacam-macam. Diatas balok palka diletakkan tutup palka yang terbuat dari kayu atau metal. Adapun berat sebuah tutup palka maksimum 50 kg. Panjang tutup lubang palka dari kayu ditentukan oleh jarak antara balok-balok palka atau jarak antara balok palka dengan ambang palka melintang. Tutup lubang palka kayu diangkat dan dipasang pada tempat yang telah ditentukan sehingga perlu untuk memberi tanda atau nomor pada setiap tutup lubang palka supaya tidak terjadi kekeliruan.

Tutup kain terpal
Menurut peraturan klasifikasi pada semua ambang palka pada geladak cuaca dan geladak bangunan atas harus ditutup dengan dua lapis terpal yang diikatkan denmgan ambang palka dengan menggunakan pelat jepit dan pasak palka dari kayu.

b.   Sistem Pembukaan dan penutupan palka yang didorong dan diatur
Sistem pembukaan/penutupan palka ini dilakukan dengan cara mendorong atau menarik tiap seksi tutup lubang palka tersebut serta mengaturnya pada suatu tempat khusus.
Cara mengatur seksi-seksi tutup lubang palka ini dapat kearah lubang palka melintang (arah memanjang kapal) atau kearah ambang palka memanjang (arah melintang kapal).  Tiap seksi tersebut berputar 900 apabila seksi tertutup lubang palka itu diatur dan tidak digunakan. Salah satu tipe dari sistem ini adalah tutup lubang palka Mac-Gregor jenis Single Pull hatch Cover yang terdiri dari lima buah seksi tutup lubang palka yang dihubungkan satu sama lain dengan rantai atau tali baja ukuran kecil pendek.
Tutup lubang palka dibuka dengan pertolongan motor Derek muat, tali baja yang melalui roll yang ditempatkan di tiang utama serta tali baja tersebut berakhir dihubungkan dengan seksi tutup palka yang terakhir. Setelah tali baja ditarik tiap seksi tutup palka akan mendorong satu sama lain dan mulai menggelincir pada roda dan rel khusus. Pada sisi tiap seksi dipasang tiga buah roda dan roda yang diujung menggelincir pada rel sebelah dalam sedangkan rel yang sebelah luar yang mempunyai kelanjutan dari batas lubang palka.
c.    Sistem Pembukaan dan penutupan palka dilipat dan disandarkan
Pada sistem ini  setiap seksi tutup palka dihubungkan satu sama lain dengan engsel serta seksi tutup palka yang tepi dihubungkan dengan ambang palka atau geladak dengan engsel.
Pada saat membukanya dilipat dan kemudian disandarkan kearah ambang palka melintang (arah memanjang kapal) atau kearah ambang palka memanjang (arah lambung kapal).
Ditinjau dari mekanisme kerja sistem ini dibagi atas :
a)    Sistem dengan menggunakan motor Derek
b) Sistem hidrolik  
d.   Sistem Pembukaan dan penutupan palka yang digulung
Sistem ini membukanya secara menggulung pada tiap-tiap seksi dari tutup palka pada tempat gulungan yang khusus dengan menggunakan motor listrik. Konstruksinya ringan dan sederhana serta tidak memerlukan tempat yang besar apabila tidak terpakai (digulung). Tutup ambang palka ini diperkenalkan pertama kali di Perancis tahun 1955. Sistem ini terdiri dari seksi tutup lubang palka yang berpenampang segi empat dari plat baja.

http://agungnaval.blogspot.com
(Emergency Stations)Tempat Berkumpul Dalam Keadaan Darurat Di Kapal
TEMPAT BERKUMPUL DALAM KEADAAN DARURAT
 (Emergency Stations)

Sijiil darurat di kapal perlu digantungkan di tempat yang strategis,sesuai,mudah dicapai,mudah dilihat dan mudah dibaca oleh seluruh pelayar dan memberikan rincian prosedur dalam keadaan darurat,seperti:

  1. Tugas-tugas khusus yang harus ditanggulangi di dalam keadaan darurat oleh setiap anak buah kapal.
  2. Sijil darurat selain menunjukkan tugas-tugas khusus, juga tempat berkumpul (kemana setiap ABK harus pergi).
  3. Sijil darurat bagi setiap penumpang harus dibuat dalam bentuk yang ditetapkan oleh pemerintah. Sebelum kapal berangkat, sijil darurat harus sudah dibuat, dan salinannya digantungkan di beberapa tempat yang strategis di kapal, terutama di ruang ABK.

Di dalam sijil darurat juga diberikan pembagian tugas yang berlainan bagi setiap ABK, misalnya:

  • Menutup pintu kedap air, katup-katup, bagian mekanis dari lobang-lobang pembuangan air di kapal dll. Perlengkapan sekoci penolong termasuk perangkat radio jinjing maupun perlengkapan lainnya.
  • Menurunkan sekoci penolong.
  • Persiapan umum alat-alat penolong/penyelamat lainnya.
  • Tempat berkumpul dalam keadaan darurat bagi penumpang.
  • Alat-alat pemadam kebakaran termasuk panel kontrol kebakaran.

Selain itu di dalam sijil darurat disebutkan tugas-tugas khusus yang dikerjakan oleh anak buah kapal bagian CD (koki, pelayan dll), seperti:

  1. Memberikan peringatan kepada penumpang.
  2. Memperhatikan apakah mereka memakai rompi renang mereka secara semestinya atau tidak.
  3. Mengumpulkan para penumpang di tempat berkumpul darurat.
  4. Mengawasi gerakan dari para penumpang dan memberikan petunjuk di. gang-gang atau di tangga.
  5. Memastikan bahwa persediaan selimut telah dibawa ke sekoci / rakit penolong.
Dalam suatu hal yang menyangkut pemadaman kebakaran, sijil darurat memberikan petunjuk cara-cara yang biasanya dikerjakan pada waktu terjadi kebakaran, serta tugas-tugas khusus yang harus dilaksanakan dalam hubungan dengan operasi pemadaman, peralatan-peralatan dan instalasi pemadam kebakaran di kapal.
Sijil darurat harus membedakan secara khusus semboyan-semboyan panggilan bagi ABK untuk berkumpul di sekoci penolbng mereka masing-masing, di rakit penolong atau di tempat berkumpul untuk memadamkan kebakaran. Semboyan-semboyan tersebut dapat diberikan dengan menggunakan suling kapal atau sirine, kecuali di kapal penumpang untuk pelayaran Internasional jarak pendek dan di kapal barang yang panjangnya kurang dari 150 kaki (45.7 m), yang harus dilengkapi dengan semboyan-semboyan yang dijalankan secara elektronis. Semua semboyan ini dibunyikan dari anjungan.
Semboyan untuk berkumpul dalam keadaan darurat terdiri dari 7 atau lebih tiup pendek yang diikuti dengan 1 tiup panjang dengan menggunakan suling kapal atau sirine dan sebagai tambahan semboyan ini, boleh dilengkapi dengan bunyi bel atau gong secara terus menerus
(……..————-). Jika semboyan ini berbunyi, berarti semua orang di atas kapal harus mengenakan pakaian hangat dan baju renang dan menuju ke tempat darui’at mereka. ABK melakukan tugas mereka sesuai dengan apa yang tertera di dalam sijil darurat dan selanjutnya menunggu perintah. Setiap jurumudi dan anak buah sekoci, menuju kesekoci dan mengerjakan :
  1. Membuka tutup sekoci, dilipat dan masukkan ke dalam sekoci (sekoci-sekqci kapal modern sekarang ini sudah tidak memakai tutup lagi tetapi dibiarkan terbuka);
  2. 2 Orang di dalam sekoci masing-masing seorang di depan untuk memasang tali penahan sekoci yang berpasak (cakil) dan seorang yang dibelakang untuk memasang prop sekoci.
  3. Tali penahan yang berpasak tersebut dipasang sejauh mungkin ke depan tetapi sebelah dalam dari lopor sekoci dan di sebelah luar tali-tali lainnya, lalu dikencangkan.
  4. Memeriksa apakah semua awak kapal dan penumpang telah memakai baju renang dengan benar.
  5. Selanjutnya siap menunggu perintah.
Cara mempersiapkan sekoci-sekoci penolong, tentu saja sangat bergantung dari jenis dewi-dewi, perlengkapan sekoci, letak dan penataan dewi-dewi di dek. Dengan sendirinya, dalam keadaan darurat perlu selalu dipikirkan untuk membawa perlengkapan tambahan, selain dari perlengkapan sekoci yang telah ada, seperti selimut-selimut, makanan, susu dll, yang akan diterangkan lebih lanjut di dalam bab tersendiri.
Tali Penahan Berpasak
Jenis – Jenis Las

Yang dimaksud dengan las adalah proses penyambungan dua material secara permanen dengan cara mencairkan kedua material yang akan disambung dan diikuti oleh material pengisi. Berikut macam–macam proses dan jenis pengelasan :


1. Berdasarkan Panas Listrik

• SMAW (Shield Metal Arch Welding) adalah las busur nyala api listrik terlindung dengan mempergunagakan busur nyala listrik sebagai sumber panas pencair logam. Jenis ini paling banyak dipakai dimana–mana untuk hampir semua keperluan pekerjaan pengelasaan. Tegangan yang dipakai hanya 23 sampai dengan 45 Volt AC atau DC, sedangkan untuk pencairan pengelasan dibutuhkan arus hingga 500 Ampere. Namun secara umum yang dipakai berkisar 80 – 200 Ampere


• SAW (Submerged Arch Welding) adalah las busur terbenam atau pengelasan dengan busur nyala api listrik. Untuk mecegah oksidasi cairan metal induk dan material tambahan, dipergunakan butiran–butiran fluks / slag sehingga bususr nyala terpendam di dalam ukuran–ukuran fluks tersebut


• ESW (Electro Slag Welding) adalah pengelasan busur terhenti, pengelasan sejenis SAW namun bedanya pada jenis ESW busurnya nyala mencairkan fluks, busur terhenti dan proses pencairan fluk berjalan terus dam menjadi bahan pengantar arus listrik (konduktif). Sehingga elektroda terhubungkan dengan benda yang dilas melalui konduktor tersebut. Panas yang dihasilkan dari tahanan terhadap arus listrik melalui cairan fluk / slag cukup tinggi untuk mencairkan bahan tambahan las dan bahan induk yang dilas tempraturnya mencapai 3500° F atau setara dengan 1925° C


• SW (Stud Welding) adalah las baut pondasi, gunanya untuk menyambung bagian satu konstruksi baja dengan bagian yang terdapat di dalam beton (baut angker) atau “ Shear Connector “


• ERW (Electric Resistant Welding) adalah las tahanan listrik yaitu dengan tahanan yang besar panas yang dihasilkan oleh aliran listrik menjadi semakin tinggi sehingga mencairkan logam yang akan dilas. Contohnya adalah pada pembuatan pipa ERW, pengelasan plat–plat dinding pesawat, atau pada pagar kawat


• EBW (Electron Beam Welding) adalah las dengan proses pemboman elektron, suatu pengelasan uang pencairannya disebabkan oleh panas yang dihasilkan dari suatu berkas loncatan elektron yang dimamapatkan dan diarahkan pada benda yang akan dilas. Penelasan ini dilaksanakan di dalam ruang hampa, sehingga menghapus kemungkinan terjadinya oksidasi atau kontaminasi


2. Berdasarkan Panas Listrik dan Gas

• GMAW (Gas Metal Arch Welding) terdiri dari ; MIG (Metal Active Gas) dan MAG (Metal Inert Gas) adalah pengelasan dengan gas nyala yang dihasilkan berasal dari busur nyala listrik, yang dipakai sebagai pencair metal yang di–las dan metal penambah. Sebagai pelindung oksidasi dipakai gas pelindung yang berupa gas kekal (inert) atau CO2. MIG digunakan untuk mengelas besi atau baja, sedangkan gas pelindungnya adalah mengunakan Karbon dioxida CO2. TIG digunakan untuk mengelas logam non besi dan gas pelindungnya menggunakan Helium (He) dan/atau Argon (Ar)


• GTAW (Gas Tungsten Arch Welding) atau TIG (Tungsten Inert Gas) adalah pengelasn dengan memakai busur nyala dengan tungsten/elektroda yang terbuat dari wolfram, sedangkan bahan penambahnyyadigunakan bahan yang sama atau sejenis dengan material induknya. Untuk mencegah oksidasi, dipakai gas kekal (inert) 99 % Argon (Ar) murni


• FCAW (Flux Cored Arch Welding) pada hakikatnya hampir sama dengan proses pengelasan GMAW. Gas pelindungnya juga sama-sama menggunakan Karbon dioxida CO2. Biasanya, pada mesin las FCAW ditambah robot yang bertugas untuk menjalankan pengelasan biasa disebut dengan super anemo


• PAW (Plasma Arch Welding) adalah las listrik dengan plasma yang sejenis dengan GTAW hanya pada proses ini gas pelindung menggunakan bahan campuran antara Argon (Ar), Nitrogen (N) dan Hidrogen (H) yang lazim disebut dengan plasma. Plasma adalah gas yang luminous dengan derajat pengantar arus dan kapasitas termis / panas yang tinggi dapat menampung tempratur diatas 5000° C


3. Berdasarkan Panas Yang Dihasilkan Campuran Gas

• OAW (Oxigen Acetylene Welding) adalah sejenis dengan las karbid / las otogen. Panas yang didapat dari hasil pembakaran gas acetylene (C2H2) dengan zat asam atau Oksigen (O2). Ada juga yang sejenis las ini dan memakai gas propane (C3H8) sebagai ganti acetylene. Ada pula yang memakai bahan pemanas yang terdiri dari campuran gas hidrogen (H) dan zat asam (O2) yang disebit OHW (Oxy Hidrogen Welding)


1. Berdasarkan Ledakan dan reaksi isotermis

• EXW (Explosion Welding) adalah las yang sumber panasnya didapatkan dengan meledakkan amunisi yang dipasang pada suatu mold/cetakan pada bagian tersebut dan mengisi cetakan yang tersedia. Cara ini sangat praktis untuk menyambung kawat baja / wire rope, slenk. Cara pelaksanaannya adalah ujung-ujung tambang kawat dimasukkan ke dalam mold yang telah terisi amunisi selanjutnya serbuk ledak tersebut dinyalakan dengan pemantik api, maka terjadilah reaksi kimia eksotermis yang sangat cepat sehingga menghasilkan suhu yang sangat tinggi sehingga terjadilah ledakan. Ledakan tersebut mencairkan kedua ujung kawat baja yang terdapat didalam mold tadi, sehingga cairan metal terpadu dan mengisi ruangan yang tersedia didalam mold.

Memahami Turbin Generator ( Generator Uap)

Turbin generator adalah sumber yang populer pembangkit listrik yang bersih di kapal, karena kebanyakan tidak menggunakan jenis bahan bakar minyak yang memeng berat maupun menggunakan mesin diesel. Uap digunakan untuk memproduksi listrik yang terjadi di generator turbin. Uap adalah bentuk, yang mudah dan murah dan juga ramah lingkungan sebagai bahan bakar pada kapal. generator turbin, uap  berasal dari pembangkit boiler kapal uap.

Dalam generator turbin, uap digunakan dengan bertekanan tinggi untuk memutar turbin dimana energi panas uap akan dikonversi menjadi gerakan berputar. Turbin dihubungkan dengan alternator’s rotor, maka konsep putar dari turbin digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik.

Pembangkit Propeller kapal dapat digerakkan oleh turbin uap melalui motor berkecepatan rendah. Generator turbin secara langsung memasokan listrik terhadap motor berkecepatan lambat yang terhubung ke poros baling-baling kapal.

Memahami Kontruksi generator Turbin :
  • Turbine Prime Mover

Turbin A akan bertindak sebagai penggerak utama dalam generator turbo dan dilengkapi di poros yang sama seperti dari alternator’s rotor.

  • Alternator

Alternator ini digunakan untuk mengkonversi gerak rotasi dari turbin menjadi energi listrik dan outputnya dipasok ke papan switch utama kapal.

  • Gavernor Kontrol steam

Governor digunakan untuk mengontrol kecepatan generator turbin selama mulai, operasi normal dan menghentikan. Hal ini mengendalikan kuantitas inlet uap untuk generator turbin.

  • steam Control Valve

Katup kontrol bertekanan yang berbeda dipasang di line uap dan dikendalikan menggunakan governor untuk aliran uap dari sistem boiler kapal.

  • Pump Kondensat

Uap terkondensasi, setelah turbin didinginkan lebih lanjut, dipompa kembali ke tangki cascade oleh pompa kondensat.

  • Vacuum pump for glands

Poros turbin uap dilengkapi dengan kelenjar dimana uap disemprotkan pada tekanan 0,3 ~ 0,5 bar sehingga vakum di dalam casing turbin tidak drop.

  • Kondensator

sebagai Alat penukar panas sebagai kondensor untuk mendinginkan dan memadatkan semua uap dari turbin menjadi air sehingga dapat dipompa kembali dengan panas dengan baik.

  • Vacuum pump header tank

Sebuah pompa vakum tangki header yang disediakan untuk mendinginkan pompa vakum karena kesepakatan kemudian bersama uap temperatur yang tinggi.

Definisi Permesinan Secara Umum

Instalasi kamar mesin dirancang sesuai dengan peraturan BKI, persyaratan keselamatan dari Direktorat Jendral Perhubungan Laut dan peraturan pemerintah lainnya yang berlaku. Susunan dan penempatan instalasi mesin, perlengkapan mesin dan alat bantu lainnya telah direncanakan sehingga tersedia ruang gerak yang cukup untuk pengoperasian dan perawatan dari bagian-bagian mesin dan sistem pipa.
Kapal yang digerakkan oleh 1 (satu) buah mesin induk yang dihubungkan ke baling-baling dengan perantara sistem reduction reversing gear dan dilengkapi dengan sistem pengendalian dari jarak jauh yang digerakkan secara mekanis dari rumah kemudi (wheel house). Kapal dilengkapi 4 (dua) buah mesin bantu yang masing-masing menggerakkan generator listrik arus bolak-balik untuk keperluan pemakaian tenaga listrik dan penerangan di atas kapal.
Untuk keperluan di pelabuhan dipasang 1 (satu) unit generator set kecil dan fasilitas untuk hubungan dengan tenaga listrik di darat (shore connection). Untuk penerangan dalam keadaan darurat, disediakan instalasi listrik sistem DC-24 Volt.
Mesin induk dan mesin-mesin bantu menggunakan bahan bakar dan minyak pelumas yang sama, serta dilengkapi control gauge yang terpasang di mesin. Alat-alat ukur, petunjuk dan instrumen yang dipasang diatas kapal menggunakan unit metrik. Di sekitar bagian-bagian mesin yang berputar diberi perlengkapan pelindung untuk menghindari kecelakaan-kecelakaan bagi ABK.
Mesin induk, mesin bantu dan komponen-komponen instalasi mesin lainnya yang dikenakan persyaratan kelas dilengkapi sertifikat kelas dari BKI. Seluruh gambar-gambar instalasi mesin mendapat pengesahan dari BKI sebelum pekerjaan dimulai.

Kondisi yang dipersyaratkan pada instalasi mesin
Mesin-mesin, perlengkapan dan alat-alat bantu lainnya dirancang untuk memiliki daya kuda yang disyaratkan dan dioperasikan pada kondisi kerja di daerah tropis sebagai berikut :

  1. Suhu maksimum kamar mesin  : 450C
  2. Suhu maksimum air laut  : 32oC
  3. Kelembaban relatif  : 50%
  4. Tekanan barometer  : 76 cm Hg
  5. Kemiringan maksimal instalasi  : 5 0
  6. Data teknis untuk bahan bakar yang digunakan adalah :
  7. Jenis bahan bakar  : Minyak Solar (HSD)
  8. Flash point  : 1500F
  9. Viscositas kinematik  : 1,6-5,8 cSt
  10. Specific Gravity pada 600F  : 0,82-0,87
INSTALASI MESIN INDUK
Mesin Induk
Instalasi penggerak terdiri dari 1 (satu) buah mesin induk yang dilengkapi dengan reversing reduction gear, sistem poros baling-baling dan baling-baling.
Pengoperasian setempat dari mesin-mesin induk dapat dilaksanakan dalam hal terjadinya kerusakan pada sistem pengendalian jarak jauh (remote control) dari rumah kemudi.
Olah Gerak Kendali Mesin Induk
Olah gerak kendali mesin-mesin induk tersebut dilakukan melalui sistem jarak jauh dari ruang kemudi. Mesin induk juga dapat dioperasikan setempat di kamar mesin dalam keadaan darurat dan perintah-perintah untuk olah gerak diteruskan melalui electronic engine telegraph, tabung suara (voice tube) dan intercom, yang kesemuanya diletakkan dalam ruang kontrol. Mesin induk dan bantu di kamar mesin dilengkapi dengan instrumen pengontrol dan sistem alarm termasuk alat penunjuk putaran (indicator rpm).
Instrumen-instrumen pengontrol dan indikator di kamar mesin dihubungkan dengan pusat kendali olah gerak di ruang kemudi.
Gearbox
Propeller digerakkan dengan sistim roda gigi dengan perbandingan reduksi yang sesuai dengan karakteristik baling-baling. Sistem roda gigi adalah dari reversing reduction gear type. Setiap roda gigi dilengkapi dengan pompa minyak pelumas, termometer, dan Thrust bearing yang dipasang menyatu dengan rumah roda gigi.
Propeller
Kapal memiliki satu buah baling-baling. Baling-baling direncanakan agar dapat menghasilkan gaya dorong yang efisien untuk mencapai kecepatan yang diinginkan. Penting untuk diingatkan peranan pemilihan mesin induk dan rasio roda gigi yang sangat vital bagi perancangan baling-baling, sehingga setiap perubahan pemilihan mesin induk dan rasio roda gigi akan mengakibatkan perubahan desain baling-baling.
Sistem Poros Baling-Baling
Sistem poros baling-baling yang terdiri dari 1 poros baling-baling dan 1 poros antara untuk masing-masing mesin induk dari bahan S-50-C yang dilapisi oleh bahan FRP, sedangkan pada bagian-bagian yang berada pada daerah bantalan seperti ; tabung poros, penyangga dan kopling dilapisi oleh sleeve dari bahan bronze yang memenuhi peraturan BKI. Poros antara dan poros baling-baling dihubungkan dengan kopling dari tipe kopling flens yang dilengkapi dengan mur pengunci. Satu tabung poros baling-baling terdiri dari tabung poros yang terbuat dari baja tuang, pipa tabung poros yang terbuat dari carbon steel, bantalan yang terbuat dari karet dan rumah bantalan dari bahan bronze dipasang menembus lambung pada bagian buritan. Poros baling-baling berputar pada bantalan dengan pelumasan minyak dan sesuai dengan peraturan BKI.
SISTEM PERPIPAAN DI KAMAR MESIN
Sistem Air Tawar
Sistem pipa air tawar dan pendingin air tawar diantaranya pompa air tawar; pompa dan hidrofor air tawar; pipa-pipa; katup-katup; dan perlengkapan lainnya. Tangki-tangki air tawar dihubungkan dengan pompa air tawar melalui pipa-pipa air tawar setelah sebelumnya melewati filter penyaring terlebih dahulu. Pompa air tawar tersebut kemudian dihubungkan dengan tangki dan pompa hidrofor air tawar yang kemudian didistribusikan ke tempat-tempat yang memerlukan air tawar dan ke sistem pendinginan air tawar mesin induk dan mesin bantu. Mesin induk dan mesin bantu telah dilengkapi alat pendingin (cooler) dan perlengkapan lainnya sesuai dengan standar pabrik pembuat.
Pipa sistem pendingin air tawar terbuat dari pipa baja tanpa kampuh memanjang (seamless pipe) yang digalvanisir dan dilengkapi penyambung-penyambung sistem pipa yang fleksibel dan perlengkapan-perlengkapan standard dari pabrik pembuat
Sistem Air Laut
Instalasi sistem saniter air laut diantaranya pompa dan hidrofor air laut; pipa-pipa; katup-katup; dan perlengkapan lainnya. Hidrofor dihubungkan dengan instalasi sistem pipa balas untuk mendapatkan suplai air laut, yang kemudian didistribusikan ke tempat-tempat yang membutuhkan.
Sistem Bahan Bakar
Aliran bahan bakar diambil tanki port dan tanki starboard bahan bakar didasar ganda dengan pompa pemindah bahan bakar setelah sebelumnya melewati filter penyaring bahan bakar. Kemudian aliran bahan bakar dibagi dua ke tanki harian bahan bakar untuk mesin induk dan mesin bantu pada sisi port dan starboard dan seterusnya disalurkan kepada mesin-mesin yang membutuhkan. Bahan bakar sisa pembakaran disalurkan kembali ke tanki harian setelah melewati filter penyaring.
Pipa-pipa sistem bahan bakar dibuat dari pipa baja hitam, dilengkapi dengan perlengkapan pipa yang terbuat dari bahan yang sesuai dengan standard dan peraturan BKI
Sistem Pelumas
Sistem minyak pelumas tidak menggunakan pompa tambahan, tetapi pompa minyak lumas yang telah menjadi bagian dari paket instalasi mesin induk (factory accessories). Minyak lumas setelah melewati filter langsung disalurkan dari tanki menuju mesin-mesin induk dan mesin-mesin bantu
Sistem Udara bertekanan
Sistem udara tekan ini digunakan untuk penyemprotan kerangan-kerangan laut di kamar mesin, menstart mesin induk, sistem pneumatik pada reversing gear box motor induk, seruling kapal, cuci-mencuci peralatan permesinan dan lain-lain.
Instalasi pipa udara tekan ini cocok untuk sistem udara tekan dengan tekanan kerja 30 kg/cm2. Udara yang dihasilkan dari kompresor udara diisikan ke dalam botol angin.
Pipa-pipa dibuat dari baja hitam tahan tekanan tinggi dan tahan terhadap korosi air laut, dilengkapi sertifikat pabrik pembuat atau sertifikat kelas untuk pipa baja hitam tahan tekanan tinggi.
Katup-katup juga dari bahan yang sesuai standard pabrik pembuat dan persyaratan kelas tahan tekanan tinggi dan korosi air laut.
PERALATAN KAMAR MESIN
Peredam dan Funnel
Kapal yang dilengkapi dengan 1 buah cerobong asap. Ukuran konstruksi cerobong asap sesuai dengan persyaratan BKI dan lebih tinggi dari atap rumah geladak akomodasi.Konstruksi cerobong dilengkapi pintu untuk pemasangan dan pemeliharaan pipa cerobong dan peredam (silencer) dan kisi-kisi untuk peranginan. Pipa cerobong dan peredam (silencer) dilapisi kain asbes dan alumunium foil tahan panas.
Pelat alas dalam dan tangga
Pondasi motor induk dan motor bantu dirancang sesuai dengan persyaratan dari BKI dan juga kuat serta mampu meredam getaran yang ditimbulkan oleh mesin tersebut. Ukuran pondasi ditentukan oleh jenis (merk), ukuran dan tenaga mesin. Perubahan terhadap jenis mesin mengakibatkan perubahan pada rencana konstruksi pondasi mesin, poros baling-baling dan ukuran baling-baling. Tangga-tangga sebagai penghubung antar geladak dapat dilalui orang dengan nyaman dan dibuat dengan sudut kemiringan 550 (derajat) maksimal terhadap bidang horizontal. Lebar tangga disesuaikan dengan fungsi dan letak tangga pada geladak. Tangga dilengkapi dengan pegangan tangan pada kedua sisinya. Tangga dibuat sesuai dengan standar JIS F2603-1970
Ventilasi
Agar mesin-mesin induk, mesin-mesin bantu, diesel generator serta komponen-komponen instalasi mesin lainnya di kamar mesin dapat berfungsi dengan baik, maka kamar mesin dilengkapi sistem ventilasi mekanik listrik, dilengkapi talang-talang penyaluran udara panas keluar dari kamar mesin, beserta fitting-fittingnya. Udara segar disuplai melalui talang udara yang dilengkapi damper agar udara segar dapat terbagi rata dan cukup ke tempat-tempat yang perlu di dalam kamar mesin. Sebuah tombol tekan untuk menyetop blower tersebut (dalam keadaan darurat) terpasang di luar kamar mesin di lokasi yang sesuai.
Tangki di Kamar Mesin
Tangki-tangki ini kecuali tanki minyak kotor dan tanki bilga merupakan tangki yang berdiri sendiri dan bukan merupakan bagian dari konstruksi lambung (penggunaan sekat dan dasar ganda sebagai tangki).
Katrol
Dikamar mesin disediakan juga katrol untuk membantu dalam memindahkan barang / peralatan yang ada di kamar mesin, termasuk spare part yang disediakan di kamar mesin. Katrol ini dioperasikan manual dengan tangan. Kapasitas katrol maksimum 1 ton.
Peralatan dan Suku Cadang
Peralatan yang disediakan di kamar mesin digunakan untuk perbaikan-perbaikan yang bisa dilakukan didalam kapal. Pemborong juga memperlengkapi kapal dengan suku cadang untuk motor induk, gigi reduksi dan alat-alat bantu lainnya sesuai dengan persyaratan BKI dan standard pabrik pembuat.
Tulisan ini sekiranya ada kekurangan yang akan diperbaiki suatu hari…
Jika berkenan, silahkan menambahkan sebagai referensi dan berbagi ilmu untuk kemajuan bangsa dan negara… 
Sumber : berbagai sumber thanks
Klasifikasi Motor Diesel Pada Kapal

A. Klasifikasi Motor Diesel Menurut Konstruksinya.
Ada beberapa cara pengklasifikasian motor diesel yang dapat dibuat untuk mengetahui perbedaan jenis atau tipe motor diesel dan pelayanan yang sesuai dengan jenis motor diesel tertentu.
Kebanyakan pengklasifikasian motor diesel yang paling lazim adalah menurut tenaga yang dihasilkan. Ada motor diesel yang kecil dengan tenaga dari 3 tk. Adapula motor diesel yang besar dengan kapasitas besar sampai menghasilkan tenaga 40.000 tk.
Motor diesel juga diklasifikasikan menurut jumlah silindernya. Dengan pengklasifikasian ini terdapat motor diesel dengan jumlah silinder dari satu silinder hingga 24 silinder. Motor diesel brsilinder tunggal ( satu ) sering dipakai untuk penggerak yang kecil-kecil dan handi ( portable ) dan untuk keperluan irigasi. Untuk keperluan komersial dan angkutan digunakan motor diesel bersilinder 4,6 dan 8 silinder. Untuk keperluan industri dan penggerak kapal kapal besar (ships) digunakan diesel bersilinder yang lebih banyak missal dengan variasi jumlah silinder 12,16,20 dan 24.
Cara lain dalam pengklasifikasian motor diesel adalah menurut prinsip/ proses kerjanya. Dengan pengelompokan ini dikenal dua jenis motor diesel yaitu motor diesel empat langkah dan motor desel dua langkah.
Cara pengaturan silinder motor juga sering digunakan untuk mengklasifikasikan motor diesel. Yang paling popular adalah motor diesel tegak / vertical, dimana silinder motor diatur dalam satu baris silinder motor. Jenis lain adalah dimana silinder motor dibuat baris yang berseberangan bertolak belakang. Pada motor ini mungkin semua silinder motor dibuat pada satu sisi poros engkol. Dengan jumlah silinder yang sama pada masing-masing sisi dikenal motor datar bersilinder bertolak belakang ataupun motor bersilinder v.
Motor diesel dengan pengaturan baris membentuk v perlu dijelaskan besarnya sudut v untuk baris silinder yang bervariasi seperti : 45, 50, 55, 60 atau 90 derajat. Sudut v bergantung kepada jumlah silinder dan disain poros engkol.
Bentuk lain dari pengaturan silinder dengan baris yang berbentuk w dan x. Juga ada yang membentuk segitiga atau delta
Pengklasifikasian lain dari motor diesel adalah menurut kerja piston. Dalam pengelompokan ini diklasifikasikan motor diesel piston kerja tunggal, piston kerja ganda dan piston berlawanan . Piston kerja tunggal adalah dimana satu sisi dari piston yang berhubungan dengan gas pembakaran, sedang sisi yang lain berhubungan dengan poros engkol melalui batang piston . Pada piston kerja ganda kedua sisi dari piston bekerja berhubungan dengan gas pembakaran yang menghasilkan tenaga. Kedua sisi dari silinder digunakan untuk gas pembakaran yang secara berganti-ganti kedua sisi piston menerima gas hasil pembakaran . Tekanan gas pembakaran bekerja pada langkah keatas maupun kebawah.
Pada piston berlawanan yaitu dua piston pada silinder yang sama diantara kedua piston yang berlawanan itu terletak ruang pembakarannya. Masing-masing piston mempunyai batang piston dan poros engkol sendiri-sendiri.
Jenis lain dari motor diesel adalah motor diesel dengan piston parallel atau sejajar satu sama lain dengan dua poros engkol yang parallel. Motor ini dibuat oleh Sulzer Bros Ltd dari Switzeland yang digunakan untuk lokomotif.
Metode pengelompokan motor menurut kecepatannya. Secara pasti tidak ada batas yang tertentu untuk mengklasifikasikan motor kedalam kecepatan rendah, menengah, dan tinggi. Tetapi umumnya motor dengan kecepatan kurang dari 1000 hingga 2500 sebagai motor dengan kecepatan rendah menengah. Motor dengan kecepatan dari 2500 hingga kurang lebih 6000 ppm sebagai motor kecepatan tinggi.

B. Klasifikasi Motor Diesel Menurut Bahan Bakarnya.
Ada 4 jenis bahan bakar dan dari bahan bakarnya motor itu disebut yaitu : motor bahan bakar gas, motor bahan bakar campuran (dual fuel diesel engines), motor bahan bakar ganda (bi–fuel engines) dan motor bahan bakar kombinasi (multi – fuel engines).

1 Motor diesel bahan bakar gas.
Motor diesel bahan bakar gas menggunakan bahan bakar gas seperti gas natural / gas bumi ataupun gas bahan bakar hasil produksi pembuatan gas. Gas bahan bakar tersebut kemudian diinjeksikan kedalam silinder motor dan dinyalakan oleh panas hasil dari kompresi dalam silinder motor pada langkah kompresi.
Sistem pengijeksian bahan bakar gas memerlukan sistem pemampatan gas atau kompressor agar bahan bakar gas dapat dimasukkan kedalam ruang pembakaran pada akhir langkah kompresi dari motor diesel tersebut. Jenis lain dari motor diesel gas adalah motor diesel yang dimampatkan adalah campuran gas dan udara dengan perbandinagn kompresinya 12 aatu 13. kemudian penyalaanya dengan busi pada akhir kompresi.
Motor tersebut mirip dengan motor gas atau motor bensin. Motor jenis ini dikelompokkan dengan motor diesel karena besarnya perbandingan kompresinya. Motor diesel gas dibuat menurut proses kerja dua langkah dan proses empat langkah.

2 Motor bahan bakar campuran (dual fuel diesel engines).
Motor diesel bahan bakar campuran ini memasukkan dan mengkompresi gas alam, gas buatan atau gas bahan bakar yang lain ketekanan kompresi normal motor diesel. Udara murni ditambahkan pada wakyu pemasukkan untuk mencegah kemungkinan penyalaan awal (pre ignition). Proses pembakaran terjadi setelah penginjeksian bahan bakar gas utama.
Motor diesel bahan bakr campuran dibuat dengan prose kerja dua langkah dan empat langkah. Gas bahan bakar dimasukkan kedalam silinder pada saat kurang ebih akan dimulai langkah kompresi. Pemasukkan yang menyuplai 3 % sampai 5 % dari total keseluruhan panas yang ada dalam silinder. Motor bahan bakar campuran dapat dioperasikan dalam campuran yang bervariasi antara gas dan bahan bakar cair.
Untuk motor diesel jenis bahan bakar campuran jenis 2 langkah, desain yang banyak digunakan motor ini memiliki klep gas yang dapat dioperasikan secara mekanik dan diatur pembukaannya hanya setelah silinder dibilas oleh udara murni dan lubang buang tertutup.
Motor diesel bahan bakar campuran gas jenis 4 langkah sering menggunakan klep yang dioperasikan oleh nok untuk mengatur masuknya udara dan gas kedalam silinder. Pembukaan klep gas dilakukan hanya setelah klep buang tertutup. Klep-klep itu pengoperasianya dengan nok ataupun secara hidrolik. Untuk motor gas 4 langkah yang kecil, sering juga dipakaikan karburator dan leburator gas untuk menyuplai bahan bakar gas.

3 Motor bahan bakar ganda (bi-fuel engines).
s.Kedua dengan cara bahan bakar tambahan diinjeksikan segera didepan klep pemasukan dengan menggunakan injector atau pengabut tekanan rendah.

4 Motor bahan bakar kombinasi (multi – fuel engines).
Bahan bakar ini mempnyai variasi dari bahan bakar beroktan sedang hingga distilasi menengah. Pada saat ini banyak dilakukan eksperimen pengembangan motor dengan berbagai bahan bakar yang memiliki kemampuan memulai operasi atau kerja sejak memulai operasi. Motor diesel dengan bahan bakar kombinasi terutama dikembangkan untuk kepentingan militer.

penjelasan lebih rinci selanjutnya… hehehe tetap belajar

Jenis-Jenis dan Macam-macam Pompa pada kapal

Kapal terdiri dari berbagai jenis cairan yang bergerak di dalam ruang mesin yang berbeda dan sistem di antaranya untuk tujuan pendinginan, pemanasan, pelumasan, dan sebagai bahan bakar. Cairan ini diedarkan oleh berbagai jenis pompa, yang dapat bekerja sendiri maupun didorong oleh power supply kapal atau melekat pada mesin itu sendiri. Semua sistem di kapal memerlukan pompa operasional dan kompatibel yang tepat dan sistem pompa sehingga kapal yang dapat berjalan di perjalanan yang mulus.

Pemilihan jenis pompa untuk sistem tergantung pada karakteristik dari Zat yang akan dipompa atau diedarkan. Karakteristik seperti viskositas, densitas, tegangan permukaan dan kompresibilitas, bersama dengan karakteristik sistem seperti tingkat cairan yang berbeda di antaranya ,cairan yang akan dipompa, suhu yang ditemui di sistem, dan tekanan ditangani oleh fluida dalam sistem , diperhitungkan.

Jenis-jenis Pompa:
Pompa yang digunakan pada papan secara luas diklasifikasikan menjadi dua jenis:

  • Pemindahan Positif Pompa


Pompa perpindahan positif adalah pompa priming diri dan biasanya digunakan sebagai cat dasar perangkat.
pompa ini terdiri dari satu atau lebih ruangan, tergantung pada konstruksi, dan ruang adalah alternatif diisi dan dikosongkan.
Pompa perpindahan positif biasanya digunakan dimana tingkat debit kecil sampai menengah.
Digunakan di mana bil ada cairan viskositas tinggi.
Umumnya digunakan untuk menghasilkan tekanan tinggi dalam sistem pemompaan.

Tekanan dinamis atau Pompa Roto-Dinamis.


Pada pompa tekanan dinamis, selama memompa tindakan, gaya centrifugal yaitu untuk mempercepat cairan berpindah biasanya menggunakan putaran impeller.
Beberapa sistem yang berisi pompa dinamis mungkin memerlukan pompa perpindahan positif bagi priming.
Biasanya digunakan untuk moderat untuk memompa cairan tekanan tinggi
Perbedaan tekanan kisaran untuk jenis pompa berada dalam kisaran rendah sampai sedang.
Digunakan dalam sistem dimana cairan viskositas rendah digunakan.

Macam-macam pompa pada Kapal :

  1. Reciprocating Pompa
  2. Screw pompa
  3. Gear pompa
  4. Piston pompa
  5. Ram jenis pompa
  6. Vane pompa
  7. Pompa Centrifugal
  8. Pompa aliran aksial
  9. Submersible pump
  10. Centrifugal-aksial

Sumber gambar :

Sistem Air Balast Pada Kapal

Ribuan spesies laut (termasuk bakteri dan mikrobia yang lainya, invertebrate kecil, kista, dan larva berbagai spesies) yang terkandung dalam air ballast kapal. Ketika kapal melakukan proses ballasting dan deballasting maka akan terjadi pertukaran organisme di satu daerah dengan daerah lainya. Proses ini berlangsung selama bertahun-tahun selama kapal beroperasi di dunia. Hal ini mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Karena organism asli bercampur dengan organism pendatang menyebabkan banyak terjadi mutasi genetika.

Untuk itu dikeluarkan peraturan tentang manajemen air ballast. Hal ini dimaksudkan untuk megurangi penyebaran organism laut yang tidak terkendali lagi. Berikut adalah standar manajemen air ballast disesuaikan dengan ukuran kapal dan tahun pembuatan:

Standar manajemen air balas berdasar regulasi D-1:

  1. Ketika proses pengisian atau pengosongan ballast, system kapal harus mampu mengisi atau mengosongkan sedikitnya 95% dari total kapasitas tangki ballast.
  2. Untuk kapal dengan menggunakan metode pumping-through, kemampuan pompa harus dapat memompa menerus selama pengisian 3x volume tangki balas.
  • Standar manajemen air balas berdasar regulasi D-2:
  1. Kapal dengan system manajemen air balas tidak boleh mengeluarkan lebih dari 10 organisme hidup tiap meter kubik atau setara dengan ukuran lebih dari 50 mikrometer dan tidak boleh mengeluarkan lebih dari 10 organisme hidup tiap milliliter untuk ukuran kurang dari 50 mikrometer. Indicator discharge mikroorganisme tidak boleh melebihi konsentrasi yang ditentukan berikut:
  • Toxicogenic vibrio cholera kurang dari 1 cfu ( colony forming unit ) tiap 100 mililiter atau kurang dari 1 cfu per gram zooplankton
  • Eschericia coli kurang dari 250 cfu per 100 mililiter
  • Intestinal entericocci kurang dari 100 cfu per 100 mililiter


System manajemen air balas harus disetujui oleh pihak sesuai dengan regulasi IMO
Ada beberapa perlakuan untuk menangani masalah ini.beberapa diantaranya adalah dengan proses kimia dan proses fisika.

  • Proses kimia: dilakukan perlakuan khusus terhadap air balas dengan bahan kimia seperti chlorine atau ozone untuk membunuh organism yang terkandung di dalamnya.
  • Proses fisika: dapt dilakukan dengan radiasu ultra violet, pemanasan, penyaringan, dan sedimentasi.

 Salah satu contoh system peralatan yang digunakan untuk menunjang peraturan ini adalah alat berupa sedimentor yang dapat bekerja pada system balas dengan rata-rata aliran mulai 50m3/jam-500m3/jam. Di bawah ini adalah contoh sedimentor dengan hasil pengujian berdasar standar IMO.

Alat ini terdiri dari 2 komponen utama yaitu:
  1. Sediment removal system “sedimentor” untuk menghilangkan sedimen dan biota ( 80% > 10 mikron )
  2. System electrolysis untuk membasmi bakteri dan organism kecil lainya.
JUJUR Saya Tidak Bangga Menjadi Taruna Pelayaran

Taruna/Taruni itulah sebutan siswa yang memang di muliakan, siswa yang berbeda dengan yang lainya.dengan seragam yang bagus dengan berderet lencana mengelilingi dada dan dengan semangat murni menuntut ilmu agar cita-cita tercapai, sampai jungkir balik, push up dan sebagainya. Itulah salah satu perbedaan taruna dengan siswa lain.Mengenang di saat menjadi taruna di SMK Pelayaran sangat begitu Terharu„ kenapa begitu? Kita semua pasti memiliki pengalaman yang berbeda


Mengapa saya tidak bangga menjadi taruna pelayaran….
Buat apa membanggakan diri sendiri sementara kita masih menuntut ilmu, itu artinya kita masih bodoh masih kerdil dimata mereka yang sudah berpengalaman, mereka yang sudah terjun ke dunia yang sesungguhnya . kita ini kan baru calon, kita belum ada apa-apanya sama sekali. Lho..Tapi saya di basic dengan keras oleh senior saya sampai berkumur darah sampai saya menjadi seorang yang tegas, seorang dengan mental baja, bukan mental krupuk yang ada di sana. Tidak usahlah muluk-muluk merasa diri kita berwibawa, merasa diri kita di hormati dengan potongan rambut cepak seragam ketat, justru dengan basic yang telah kita terima telah kita arungi selama beberapa bulan bahkan tahun, akan membuat diri kita lebih pada suatu keramahan, baik di mata masyarakat apa lagi orang tua. Wah… apa hubunganya kita. Kita kan di basic dengan keras kok di suruh ramah? Ramah dengan manusia lain itu bukan berarti banci atau lemah atau tidak tegas. Ramah yang saya maksud adalah kita bisa lebih bersosialisasi dengan orang tua masyarakat dan tetunya lingkungan sekolah maupun tempat tinggal kita. Saya sendiri sangat yakin, di antara kalian taruna/taruni pasti merasa wah…. “aku ini sudah jadi taruna„,tidak punya rasa takut sehingga walaupun ada preman apapun aku berani„,rekan-rekan taruna yang lain kan bisa membantuku jadi kalau ada apa-apa denganku „jiwa korsa kita”. Tapi alangkah baiknya seorang maupun sebagai KORP taruna tidak memiliki musuh manusia lain apa lagi lingkungan. Yang jelas musuh kita itu kebodohan karena memang tetap kita itu pelajar yang seharusnya menuntut ilmu.

Jadi apa yang harus di banggakan dari kita sebagai Taruna/taruni Pelayaran?
Yang seharusnya bangga dari diri kita sebagai taruna yaitu orang tua,sekolah atau korp Taruna dan masyarakat , dengan kita mempunyai prestasi dengan kita beerbuat baik selama menjadi taruna, belajar dengan rajin berangkat dengan rajin dan disiplin dan menaati tata tertib sebagai taruna. itulah sebagai kebanggaan kita sebagai taruna. Alangkah baiknya jika orang lain yang merasa bangga dengan adanya diri kita sebagai taruna maritime yang berwibawa, tegas dan cerdas. Tunjukan bahwa kita sebagai Taruna/Taruni Pelayaran, tidak hanya seragam saja yang rapih tapi otak dan pemikiran kita juga rapih agar menuju masa depan yang lebih baik, untuk diri kita keluarga kita dan Negara ini…

Jayalah SMK Pelayaran Indonesia

Peralatan-Peralatan Navigasi di Kapal

Sesuai dengan peraturan International SOLAS 1974 dan Colreg (collison regulation 1972) seluruh kapal harus dilengkapi dengan peralatan Navigasi sebagai berikut :

A. Lampu Navigasi
B. Kompas magnent
C. Peralatan Navigasi lainnya
D. Perlengkapan Radio/ GMDSS
E. Echo sounder
F. GPS, fax dan Navtex
G. Radar kapal dan Inmarsat
H. Engine Telegraph, telepon internal dan sistim pengeras suara

KETERANGAN :

A. Lampu Navigasi / Navigation light
Lampu navigasi dipasang dikapal sesuai dengan peraturan Colreg (collision regulation 1972) dan dinyalakan pada cuaca gelap untuk mengetahui arah kapal,
jenis kapal dan besar kapal sbb :

  1. Lampu tiang depan / fore masthead light
  2. Lampu tiang utama (untuk kapal panjang lebih 50 m) / main masthead
  3. Lampu samping kiri dan kanan / PS and SB light
  4. Lampu buritan / stern light
  5. Lampu gandeng / towing light
  6. Lampu jangkar depan / belakang / anchor light
  7. Lampu mesin induk mati / not under command light


B. Kompas magnet / Magnetic compass
Kompas magnet merupakan kompas utama sebagai alat untuk penentu arah kapal, kompas dipasang di anjungan kapal atau di geladak kompas diatas anjungan. Kompas magnet harus selalu dikoreksi, karena kemungkinanpengaruh logam sekitar magnet. Untuk kepentingan pembacaan dimalam hari, rumah kompas dilengkapi lampu penerangan. Untuk kapal ukuran tertentu, dipasang Gyro compass sebagai kompas tambahan.

Picture. Gyrocompass


C. Peralatan Navigasi lainnya / Other Safety Navigation

Di kapal masih ada peralatan Navigasi lainnya :

  1. Lampu isyarat siang hari / daylight signalling lamp (Lampu ini digunakan untuk pemberian isyarat morse pada siang hari, lampu ini juga disebut Aldist lamp. Tenaga lampu ini menggunakan arus DC .)
  2. Bel / forecastle bell, digunakan sebagai peringatan keadaan bahaya atau digunakan sebagai tanda pergantian waktu jaga di anjungan .
  3. Gong, mempunyai fungsi yang sama dengan bel
  4. Suling kapal/suling kabut / ship whistle/fog horn digunakan untuk isyarat bunyi pada saat kabut .
  5. Bola jangkar dan kerucut / Black ball and black diamond shape, digunakan untuk tanda bahwa kapal pada posisi lego jangkar (kerucut untuk kapal ikan)


D. Perlengkapan Radio / Radio Equipment
Sesuai dengan peraturan SOLAS 1974 seluruh kapal harus dilengkapi dengan perlengkapan Radio, yaitu radio telephony (untuk kapal dibawah 300 grt) sedangkan untuk kapal GRT 300 keatas harus dilengkapi dengan sistim radio GMDSS (Global Marine Distres Signal Systim) dengan peralatan terdiri sbb :

  1. Radio telephony lengkap dengan sistim antena yang dapat menerima dan memancarkan freq. 2182 kHz, dan memiliki sumber tenaga batteray.
  2. VHF radiotelephone, merupakan perlengkapan radio type tetap
  3. Two way VHF radiotelephone, merupakan perlengkapan radio type genggamtahan cuaca/air

GMDSS
Sesuai dengan peraturan International SOLAS 1974 chapter IV, seluruh kapal dengan GRT 300 keatas harus dilengkapi dengan peralatan GMDSS. GMDSS merupakan perangkat lengkap instalasi radio yang terpadu yang dilengkapi dengan sistim Distress. Kelengkapan radio GMDSS dikapal disesuaikan juga dengan Area pelayaran kapal.

Pada GMDSS dilengkapi sistim duplikat, artinya semua perangkat berjumlah 2 unit, sebagai contoh VHF radio utama dan VHF radio duplikat. GMDSS diproduksi oleh pabrik radio kapal secara khusus dan mendapat pengesahan sesuai persyaratan SOLAS e. Peralatan pendeteksi kedalaman laut/ Echo sounder

E. Echo sounder
merupakan peralatan electronic untuk mengetahui dan mengukur kedalaman laut antara lunas kapal dengan dasar laut, peralatan ini sangat dibutuhkan apabila kapal berlayar diperairan dangkal atau perairan yang mempunyai pasang surut yang tinggi. Peralatan ini dipasang dianjungan kapal, penunjukan dapat berupa grafik atau berupa angka digital.


F. GPS (global positioning system)
Merupakan peralatan electronic untuk mengetahui dan menentukan posisi kapal berdasarkan derajat lintang dan bujurnya, sehingga dengan mudah kapal dapat diketahui posisinya secara tepat apabila diplot pada peta. Alat ini bekerja dengan bantuan satelit. GPS juga dapat melihat dan mengikuti jejak pelayaran kapal secara tepat. GPS juga dapat dilengkapi dengan peralatan speed log, pengukur kecepatan berlayar kapal.

Gambar. GPS


G. Radar Kapal / Ships radar
Radar kapal adalah merupakan alat elektronik untuk mendeteksi adanya obyek disekitar kapal dalam radius sesuai jangkauan radar 5 mil, 10, 20 bahkan 100 mil Unit radar terbagi dua bagian yang terdiri dari unit monitor yang terpasang dan dapat dibaca diruang anjungan, unit kedua adalah scanner merupakan peralatanyang dapat berputar dan terletak diatas ruang anjungan atau terpasang pada salah satu tiang kapal.

Monitor radar beragam, ada yang menampilkan warna hijau dan pada saat ini monitor radar sudah banyak yang berwarna Pada monitor radar terdapat beberapa fasilitas yang sangat berguna a.l. fasilitas plotting, tracking ataupun untuk menangkap signal khusus .


H. Engine telegraph, telepon internal dan sistim pengeras suara

  1. Engine Telegraph adalah alat khusus untuk berkomunikasi antara anjungan dan ruang mesin, alat ini untuk memberi isyarat secara visual kebutuhan operasi menjalankan kecepatan mesin induk, misalnya perintah start engine, slow engine, full speed ataupun stop engine.
  2. Engine telegraph bekerja paralel antara anjungan dan kamar mesin, alat ini dilengkapi bagian yang menunjukkan konfirmasi pelaksanaan perintah yang dapat dibaca di anjungan dan kamar mesin, alat ini juga dilengkapi alarm apabila terjadi kesalahan respon
  3. Engine telegraph dipersyaratkan untuk kapal-kapal yang memiliki notasi sesuai klasifikasi, sebelum adanya engine telegraph bahkan sekarang masih digunakan adalah sistim voice tube, suatu tabung untuk meneriakan perintah antara anjungan dan kamar mesin.
  4. Telepon Internal adalah alat untuk berkomunikasi dua arah antara anjungan dan ruang-ruang dikapal atau alat komunikasi antar ruangan. Untuk komunikasi antar anjungan dengan kamar mesin dipasang telepon khusus. Telepon ini harus dipasang di ruang anjungan kamar kapten, kkm dan perwira dek, ruang salon, ruang kontrol kamar mesin, ruang mesin, dapur, ruang steering gear dan ruang lain yang penting.
Telepon Internal


Selain untuk komunikasi, sistim telepon dapat digabung dengan peralatan panggil atau public addressor, yang digunakan untuk memanggil atau memberi perintah secara terbuka melalui pengeras suara diseluruh kapal. Selain telepon Internal, pada saat ini sudah banyak kapal yang dilengkapi dengan telepon satelit, telepon ini menggunakan fasilitas satelit inmarsat. Namun pada saat ini biaya telepon ini masih cukup mahal sekitar USD 20 per menit.


Referensi dari berbagai sumber :
- Lecture Notes “Sistem dan Perlengkapan Kapal”
- SOLAS 1974 dan COLREG 1972
- Sistim dan Perlengkapan Kapal – soekarsono NA
- Bureau Veritas Rules and Regulation
- navalport